Mungkin di antara kita masih bingung dengan istilah-istilah yang ada belakangan ini seperti coreduo, dual core dan core2duo. Penjelasan singkat berikut, mungkin dapat mencerahkan pengertian istilah-istilah tersebut.
DUAL CORE Processor
Istilah ini adalah istilah teknis untuk merujuk kepada Teknologi Processor atau Arsitektur Processor dimana dalam 1 Keping Processor/CPU terdapat 2 buah Inti processor.
Teknologi terbaru dari Perkembangan arsitektur Procesor ini adalah menanamkan 2 inti kedalam 1 CPU, atau bahasa umumnya menanamkan 2 mesin kedalam 1 Keping CPU.
Perkembangan awal teknologi ini adalah menculnya PENTIUM D, yang merupakan keluaran awal dari processor dengan 2 buah inti.
Processor jenis ini masih disebut dengan istilah “PENTIUM” karena memang generasinya masih dari perkembangan lanjutan generasi INTEL PENTIUM.
Produksi Processor ini masih menggunakan Teknology “NETBURST” . Jadi PENTIUM D adalah CPU PENTIUM yang Memiliki 2 Buah INTI kelas PENTIUM di produksi dengan teknology 90nm. Kelemahan Jenis Pentium D ini adalah Inti kedua tidak maksimal di gunakan, dan tidak ada pengecekan suhu pada inti kedua.
Dalam penjualannya intel Tidak Menyebut PENTIUM D sebegai CORE DUO processor TAPI menyebutnya PENTIUM D (Dual). istilah inilah yang di indonesia dan kebanyakan pedagang komputer di rancu-kan dengan istileh INTEL CORE DUO (tanpa ada kata PENTIUM).
CORE DUO
Istilah ini adalah lebih kepada istilah untuk MERK DAGANG INTEL, artinya secara teknis tetap sama dengan DUAL CORE, yaitu dipasangnya 2 core dalam 1 keping CPU. Jadi CORE DUO adalah Istilah dagang dari Intel.
Dan Intel dengan perkembangan teknologi Pembuatan Chip terbaru (65nm) sudah tidak memakai istilah PENTIUM lagi pada processor keluarannya, tapi sudah mematenkan istilah CORE. Makanya semua processor intel saat ini disebut INTEL CORE.
Artinya apa? Intel sudah beralih kepada jenis proceesor yang pembuatannya melalui teknologi 65nm bahkan 45nm dimana processor processor tersebut telah ditanamkan 2 inti didalam 1 keping CPU.
Istilah CORE DUO ini melekat pada processor intel DESKTOP E2XXX , atau Processor Mobile T2XXX
Di dalam System operasi Windows XP/Linux processor jenis ini dikenal sebagai Processor berinti Dua, atau muncul tulisan DUAL Proceesor.
CORE2DUA
Istilah Processor CORE intel yang lain adalah CORE2DUO, yang berarti Processor CORE yang dibagun dengan teknologi 2 Core dengan tambahan fungsi di pasangannya Cache Memory pada masing masing Core. Jadi bila CORE DUO masih memakai 1 Cache /L2 untuk Kedua CORE, maka pada CORE2DUO masing masing inti sudah dipasangkan Cache secara sendiri sendiri, yang masih bekerja sama secara paralel.
Perkembangan terakhir dari Intel CORE processor adalah di buatnya processor dengan 4 inti atau disebut juga Intel Core2Quad,
Semoga cukup membantu.
Monday, April 13, 2009
Setting Black Berry sebagai Modem di Windows XP / VISTA
Blackberry Sebagai Modem di Windows XP / VISTA
Handset Blackberry anda ternyata dapat digunakan sebagai modem untuk koneksi ke internet.
Caranya adalah sebagai berikut:
1. Pastikan Desktop Manager anda telah terinstall minimal versi 4. Cara mengecek versi desktop
manager anda adalah sebagai berikut buka desktop manager – Help – General..
2. Hubungkan BlackBerry handset dengan PC/Laptop menggunakan USB kabel. Kemudian buka
Desktop Manager anda dari PC/laptop. Penggunaan BlackBerry sebagai modem hanya
berjalan apabila desktop manager dijalankan
3. Pastikan Modem Driver berfungsi. Dari PC/laptop, klik Setting - Control panel - Phone and
Modems Options. Pada Tab Modem , akan terlihat Standard Modem baru pada port yang baru
(misalnya COM3, COM6 atau COM 11).
Kemudian klik Properties - Diagnostics - Query Modem lalu
akan terlihat seperti salah satu dibawah ini :
ATQ0V1E0 - OK
AT+GMM - BlackBerry IPmodem
AT+FCLASS=? - OK
AT#CLS=? - OK
AT+GCI? - OK
AT+GCI=? - OK
ATI1 - Research In Motion / BlackBerry IPmodem
ATI2 - Research In Motion / BlackBerry IPmodem
ATI3 - Research In Motion / BlackBerry IPmodem
ATI4 - Research In Motion / BlackBerry IPmodem
ATI5 - Research In Motion / BlackBerry IPmodem
ATI6 - Research In Motion / BlackBerry IPmodem
kemudian klik Properties - Advanced dan tambahkan Extra Initialization sbb:
AT+cgdcont=1,”IP”,”satelindogprs.com”
ADD A NEW INTERNET CONNECTION
Tutup Phone and Modem Options serta Control Panel. Buat koneksi baru dengan cara sebagai
berikut :
1. Klik Start - Connect To - Show all connections - Create a new connection - Next
2. Pilih “Connect To The Internet” - Next
3. Pilih “Set up my connection manually” - Next
4. Pilih “Connect using a dial-up modem” - Next.
5. Cek mark pada Standard Modem ( jika ditanyakan ).
6. Beri nama koneksi tersebut dengan nama seperti “BlackBerry Modem”, klik Next.
7. Pada layar berikutnya pilih nomor telephone berikut, tergantung dari masing2 kartu yg
digunakan. Jika anda menggunakan GSM : masukkan no phone *99***1# atau *99#
8. Klik Next. Kosongkan User name dan password
9. Klik Finish.
Kemudian silahkan coba Browsing ke Internet menggunakan koneksi yang baru dibuat diatas
Handset Blackberry anda ternyata dapat digunakan sebagai modem untuk koneksi ke internet.
Caranya adalah sebagai berikut:
1. Pastikan Desktop Manager anda telah terinstall minimal versi 4. Cara mengecek versi desktop
manager anda adalah sebagai berikut buka desktop manager – Help – General..
2. Hubungkan BlackBerry handset dengan PC/Laptop menggunakan USB kabel. Kemudian buka
Desktop Manager anda dari PC/laptop. Penggunaan BlackBerry sebagai modem hanya
berjalan apabila desktop manager dijalankan
3. Pastikan Modem Driver berfungsi. Dari PC/laptop, klik Setting - Control panel - Phone and
Modems Options. Pada Tab Modem , akan terlihat Standard Modem baru pada port yang baru
(misalnya COM3, COM6 atau COM 11).
Kemudian klik Properties - Diagnostics - Query Modem lalu
akan terlihat seperti salah satu dibawah ini :
ATQ0V1E0 - OK
AT+GMM - BlackBerry IPmodem
AT+FCLASS=? - OK
AT#CLS=? - OK
AT+GCI? - OK
AT+GCI=? - OK
ATI1 - Research In Motion / BlackBerry IPmodem
ATI2 - Research In Motion / BlackBerry IPmodem
ATI3 - Research In Motion / BlackBerry IPmodem
ATI4 - Research In Motion / BlackBerry IPmodem
ATI5 - Research In Motion / BlackBerry IPmodem
ATI6 - Research In Motion / BlackBerry IPmodem
kemudian klik Properties - Advanced dan tambahkan Extra Initialization sbb:
AT+cgdcont=1,”IP”,”satelindogprs.com”
ADD A NEW INTERNET CONNECTION
Tutup Phone and Modem Options serta Control Panel. Buat koneksi baru dengan cara sebagai
berikut :
1. Klik Start - Connect To - Show all connections - Create a new connection - Next
2. Pilih “Connect To The Internet” - Next
3. Pilih “Set up my connection manually” - Next
4. Pilih “Connect using a dial-up modem” - Next.
5. Cek mark pada Standard Modem ( jika ditanyakan ).
6. Beri nama koneksi tersebut dengan nama seperti “BlackBerry Modem”, klik Next.
7. Pada layar berikutnya pilih nomor telephone berikut, tergantung dari masing2 kartu yg
digunakan. Jika anda menggunakan GSM : masukkan no phone *99***1# atau *99#
8. Klik Next. Kosongkan User name dan password
9. Klik Finish.
Kemudian silahkan coba Browsing ke Internet menggunakan koneksi yang baru dibuat diatas
Tips BlackBerry : Mengamankan Data di BlackBerry
BlackBerry memang lagi ngentren di kalangan anak muda Indonesia, disamping Facebook dan kedepannya mungkin iPhone. Maka tak herannya bila sekarang pengguna BlackBerry tidak hanya terbatas pada para eksekutif atau pengusaha, anak SMP bahkan SD pun sekarang sudah mulai menggunakan BlackBerry, meskipun dari segi fungsionalitas mungkin hanya menggunakannya untuk sekedar chatting atau facebook-an!
Bila anda salah satu dari sekian banyak pengguna BlackBerry, tips berikut mungkin akan sangat berguna terutama untuk mengamankan data-data penting di BlackBerry anda dan mencegah agar anda terhindar dari pencurian data oleh tangan-tangan jahil yang tidak berkepentingan.
1. Aktifkan Password Protection di BlackBerry
Kebanyakan pengguna BlackBerry terlalu malas atau malah enggan untuk mengaktifkan fitur password untuk melindungi BlackBerry-nya. Alasanya sederhana, karena mereka terlalu malas untuk mengetikkan Password ketika harus meng-unlock BlackBerry saat akan menggunakannya. Padahal fitur ini amat sangat berguna sekali untuk mencegah tangan-tangan jahil menggunakan BlackBerry anda. Pada BlackBerry klik Menu [Option] – [Security Options] – [General Setting] kemudian set Password pada posisi Enable.
2. Amankan Password dengan Password Keeper
Jangan pernah menyimpan password di Browser BlackBerry anda, selalu gunakan Password Keeper untuk menyimpan password-password penting anda.
3. Enkripsi Data Di Bluetooth
Pada BlackBerry klik Menu [Option] – [Security Options] – [General Setting] pada Content Protection set Enable kemudian pilih Strenght pada posisi strong, stronger atau strongest sesuai dengan kebutuhan anda. Fitur enkripsi ini juga bisa anda terapkan pada Phone Book Anda, sehingga nomor-nomor penting dan rahasia di BlackBerry akan lebih aman.
4. Matikan Bluetooth jika tidak diperlukan
Dalam kondisi default, Bluetooth di BlackBerry ada dalam posisi ON, untuk itu ada baiknya bila anda segera mematikan Bluetooth bila memang tidak sedang anda pergunakan. Itu untuk mencegah terjadinya Bluetooth hacking atau penyebaran Bluetooth Virus.
5. Bersih-bersih Memory
Klik Menu [Option] – [Security Options] – [Memory Cleaning] ini berguna membersihkan (cache) dari data-data penting misalnya password atau email yang tidak dienkripsi pada memory Blackbery anda.
Bila anda salah satu dari sekian banyak pengguna BlackBerry, tips berikut mungkin akan sangat berguna terutama untuk mengamankan data-data penting di BlackBerry anda dan mencegah agar anda terhindar dari pencurian data oleh tangan-tangan jahil yang tidak berkepentingan.
1. Aktifkan Password Protection di BlackBerry
Kebanyakan pengguna BlackBerry terlalu malas atau malah enggan untuk mengaktifkan fitur password untuk melindungi BlackBerry-nya. Alasanya sederhana, karena mereka terlalu malas untuk mengetikkan Password ketika harus meng-unlock BlackBerry saat akan menggunakannya. Padahal fitur ini amat sangat berguna sekali untuk mencegah tangan-tangan jahil menggunakan BlackBerry anda. Pada BlackBerry klik Menu [Option] – [Security Options] – [General Setting] kemudian set Password pada posisi Enable.
2. Amankan Password dengan Password Keeper
Jangan pernah menyimpan password di Browser BlackBerry anda, selalu gunakan Password Keeper untuk menyimpan password-password penting anda.
3. Enkripsi Data Di Bluetooth
Pada BlackBerry klik Menu [Option] – [Security Options] – [General Setting] pada Content Protection set Enable kemudian pilih Strenght pada posisi strong, stronger atau strongest sesuai dengan kebutuhan anda. Fitur enkripsi ini juga bisa anda terapkan pada Phone Book Anda, sehingga nomor-nomor penting dan rahasia di BlackBerry akan lebih aman.
4. Matikan Bluetooth jika tidak diperlukan
Dalam kondisi default, Bluetooth di BlackBerry ada dalam posisi ON, untuk itu ada baiknya bila anda segera mematikan Bluetooth bila memang tidak sedang anda pergunakan. Itu untuk mencegah terjadinya Bluetooth hacking atau penyebaran Bluetooth Virus.
5. Bersih-bersih Memory
Klik Menu [Option] – [Security Options] – [Memory Cleaning] ini berguna membersihkan (cache) dari data-data penting misalnya password atau email yang tidak dienkripsi pada memory Blackbery anda.
Saturday, December 27, 2008
Perbedaan dual core dan core2 duo
Mungkin di antara kita masih bingung dengan istilah-istilah yang ada belakangan ini seperti coreduo, dual core dan core2duo. Penjelasan singkat berikut, mungkin dapat mencerahkan pengertian istilah-istilah tersebut.
DUAL CORE Processor
Istilah ini adalah istilah teknis untuk merujuk kepada Teknologi Processor atau Arsitektur Processor dimana dalam 1 Keping Processor/CPU terdapat 2 buah Inti processor.
Teknologi terbaru dari Perkembangan arsitektur Procesor ini adalah menanamkan 2 inti kedalam 1 CPU, atau bahasa umumnya menanamkan 2 mesin kedalam 1 Keping CPU.
Perkembangan awal teknologi ini adalah menculnya PENTIUM D, yang merupakan keluaran awal dari processor dengan 2 buah inti.
Processor jenis ini masih disebut dengan istilah “PENTIUM” karena memang generasinya masih dari perkembangan lanjutan generasi INTEL PENTIUM.
Produksi Processor ini masih menggunakan Teknology “NETBURST” . Jadi PENTIUM D adalah CPU PENTIUM yang Memiliki 2 Buah INTI kelas PENTIUM di produksi dengan teknology 90nm. Kelemahan Jenis Pentium D ini adalah Inti kedua tidak maksimal di gunakan, dan tidak ada pengecekan suhu pada inti kedua.
Dalam penjualannya intel Tidak Menyebut PENTIUM D sebegai CORE DUO processor TAPI menyebutnya PENTIUM D (Dual). istilah inilah yang di indonesia dan kebanyakan pedagang komputer di rancu-kan dengan istileh INTEL CORE DUO (tanpa ada kata PENTIUM).
CORE DUO
Istilah ini adalah lebih kepada istilah untuk MERK DAGANG INTEL, artinya secara teknis tetap sama dengan DUAL CORE, yaitu dipasangnya 2 core dalam 1 keping CPU. Jadi CORE DUO adalah Istilah dagang dari Intel.
Dan Intel dengan perkembangan teknologi Pembuatan Chip terbaru (65nm) sudah tidak memakai istilah PENTIUM lagi pada processor keluarannya, tapi sudah mematenkan istilah CORE. Makanya semua processor intel saat ini disebut INTEL CORE.
Artinya apa? Intel sudah beralih kepada jenis proceesor yang pembuatannya melalui teknologi 65nm bahkan 45nm dimana processor processor tersebut telah ditanamkan 2 inti didalam 1 keping CPU.
Istilah CORE DUO ini melekat pada processor intel DESKTOP E2XXX , atau Processor Mobile T2XXX
Di dalam System operasi Windows XP/Linux processor jenis ini dikenal sebagai Processor berinti Dua, atau muncul tulisan DUAL Proceesor.
CORE2DUA
Istilah Processor CORE intel yang lain adalah CORE2DUO, yang berarti Processor CORE yang dibagun dengan teknologi 2 Core dengan tambahan fungsi di pasangannya Cache Memory pada masing masing Core. Jadi bila CORE DUO masih memakai 1 Cache /L2 untuk Kedua CORE, maka pada CORE2DUO masing masing inti sudah dipasangkan Cache secara sendiri sendiri, yang masih bekerja sama secara paralel.
Perkembangan terakhir dari Intel CORE processor adalah di buatnya processor dengan 4 inti atau disebut juga Intel Core2Quad,
Semoga cukup membantu.
DUAL CORE Processor
Istilah ini adalah istilah teknis untuk merujuk kepada Teknologi Processor atau Arsitektur Processor dimana dalam 1 Keping Processor/CPU terdapat 2 buah Inti processor.
Teknologi terbaru dari Perkembangan arsitektur Procesor ini adalah menanamkan 2 inti kedalam 1 CPU, atau bahasa umumnya menanamkan 2 mesin kedalam 1 Keping CPU.
Perkembangan awal teknologi ini adalah menculnya PENTIUM D, yang merupakan keluaran awal dari processor dengan 2 buah inti.
Processor jenis ini masih disebut dengan istilah “PENTIUM” karena memang generasinya masih dari perkembangan lanjutan generasi INTEL PENTIUM.
Produksi Processor ini masih menggunakan Teknology “NETBURST” . Jadi PENTIUM D adalah CPU PENTIUM yang Memiliki 2 Buah INTI kelas PENTIUM di produksi dengan teknology 90nm. Kelemahan Jenis Pentium D ini adalah Inti kedua tidak maksimal di gunakan, dan tidak ada pengecekan suhu pada inti kedua.
Dalam penjualannya intel Tidak Menyebut PENTIUM D sebegai CORE DUO processor TAPI menyebutnya PENTIUM D (Dual). istilah inilah yang di indonesia dan kebanyakan pedagang komputer di rancu-kan dengan istileh INTEL CORE DUO (tanpa ada kata PENTIUM).
CORE DUO
Istilah ini adalah lebih kepada istilah untuk MERK DAGANG INTEL, artinya secara teknis tetap sama dengan DUAL CORE, yaitu dipasangnya 2 core dalam 1 keping CPU. Jadi CORE DUO adalah Istilah dagang dari Intel.
Dan Intel dengan perkembangan teknologi Pembuatan Chip terbaru (65nm) sudah tidak memakai istilah PENTIUM lagi pada processor keluarannya, tapi sudah mematenkan istilah CORE. Makanya semua processor intel saat ini disebut INTEL CORE.
Artinya apa? Intel sudah beralih kepada jenis proceesor yang pembuatannya melalui teknologi 65nm bahkan 45nm dimana processor processor tersebut telah ditanamkan 2 inti didalam 1 keping CPU.
Istilah CORE DUO ini melekat pada processor intel DESKTOP E2XXX , atau Processor Mobile T2XXX
Di dalam System operasi Windows XP/Linux processor jenis ini dikenal sebagai Processor berinti Dua, atau muncul tulisan DUAL Proceesor.
CORE2DUA
Istilah Processor CORE intel yang lain adalah CORE2DUO, yang berarti Processor CORE yang dibagun dengan teknologi 2 Core dengan tambahan fungsi di pasangannya Cache Memory pada masing masing Core. Jadi bila CORE DUO masih memakai 1 Cache /L2 untuk Kedua CORE, maka pada CORE2DUO masing masing inti sudah dipasangkan Cache secara sendiri sendiri, yang masih bekerja sama secara paralel.
Perkembangan terakhir dari Intel CORE processor adalah di buatnya processor dengan 4 inti atau disebut juga Intel Core2Quad,
Semoga cukup membantu.
Wednesday, February 7, 2007
remote desktop
Fitur yang cukup menarik di Windows XP Pro dan MCE 2005 adalah remote desktop, yakni fitur untuk mengoperasikan Windows secara remote (dari komputer lain dalam jaringan). Memang memudahkan dan menyenangkan bermain dengan remote desktop. Sayangnya fitur yang ada di Windows XP Pro dan MCE 2005 ini tidak seperti yang terdapat di Windows Server 2003.
Di Windows Server 2003 kita dapat login ke komputer yang sama dengan 1 atau lebih user secara bersamaan tanpa saling terganggu, benar-benar multiuser (dan juga multisession). Sedangkan di Windows XP Pro dan MCE 2005 remote desktop hanya berjalan untuk satu user saja, artinya ketika di komputer tersebut ada 3 user, UserA, UserB, dan UserC; maka ketika komputer tersebut sedang digunakan oleh UserA, dan di saat yang sama UserB atau UserC melakukan remote desktop, maka secara otomatis UserA akan keluar. Begitu juga sebaliknya, ketika UserB sedang melakukan remote desktop ke komputer tersebut dan di saat yang sama UserA atau UserC login di komputer tersebut, maka otomatis koneksi remote desktop UserB akan terputus. Tidak lagi nyaman dan menyenangkan bukan!?
Berikut ini trik kecil untuk mengatasinya, trik besarnya instal ulang aja dengan Windows Server 2003 .
Diharapkan Anda sedikit mengenal sistem Windows, dan pernah menyentuh Registry, sebab trik ini langsung berinteraksi dengan sistem dan registry. Jadi lakukanlah secara hati-hati, dan jangan lupa membackupnya terlebih dahulu buat jaga-jaga . Jika perlu
1. Restart Windows dan masuk ke Safe Mode.
2. Matikan/disable Remote Desktop Connection (RDC) dan Terminal Services.
Klik kanan My Computer
Pilih Properties
Klik tab Remote di bagian atas jendela
Hapus pilihan “Allow users to connect remotely to this computer“
Klik OK
Masuk ke Service Windows: -> Control Panel -> Administrative Tools -> Services
Cari Terminal Service di daftar Services
Klik kanan Terminal Service dan klik Properties
Pada Startup Type pilih Disable
Klik OK
3. Mengganti Terminal Services DLL (termsrv.dll) asli dengan termsrv.dll berikut (http://members.lycos.nl/nessyh/files/termsrv.dll).
Download http://members.lycos.nl/nessyh/files/termsrv.dll dan simpan di komputer
Kopikan file termsrv.dll ke C:\Windows\system32\dllcache dan C:\Windows\system32 (ada baiknya backup terlebih dahulu file termsrv.dll asli yang ada di lokasi tersebut sebelum di-overwrite)
4. Edit Registry.
a. Masuk registry; Start -> Run, ketikan regedit.
b. Langsung saja menuju ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Terminal Server\Licensing Core
c. Tambahkan DWORD Key dengan nama EnableConcurrentSessions dan berikan nilai 1
d. Tutup jendela registry.
5. Group Policy Editor.
a. Start -> Run dan ketikkan gpedit.msc untuk masuk Group Policy Editor
b. Masuk ke Computer Configuration -> Administrative Templates -> Windows Components -> Terminal Services dan dobelklik Limit number of connections.
c. Pilih tombol Enable, dan isikan jumlah koneksi yang diijinkan login secara bersamaan (sesuaikan dengan jumlah user), tentunya lebih dari 1.
6. Restart Windows.
7. Aktifkan Kembali Remote Desktop.
a. Setelah masuk Windows, Klik kanan My Computer dan pilih Properties.
b. Klik tab Remote di bagian atas jendela
c. Aktifkan pilihan “Allow users to connect remotely to this computer“
d. Klik OK
e. Start -> Control Panel ->Administrative Tools -> Services. Pilih Terminal Services dan Klik-kanan -> Properties, ubah Startup Type menjadi Manual
8. Restart Windows untuk terakhir kalinya.
Windows siap digunakan untuk di-remote desktop beberapa user yang berbeda. Telah dicoba di Windows XP Profesional dan dapat berjalan denga baik, tidak ada gangguan.
Selamat menikmati.
Di Windows Server 2003 kita dapat login ke komputer yang sama dengan 1 atau lebih user secara bersamaan tanpa saling terganggu, benar-benar multiuser (dan juga multisession). Sedangkan di Windows XP Pro dan MCE 2005 remote desktop hanya berjalan untuk satu user saja, artinya ketika di komputer tersebut ada 3 user, UserA, UserB, dan UserC; maka ketika komputer tersebut sedang digunakan oleh UserA, dan di saat yang sama UserB atau UserC melakukan remote desktop, maka secara otomatis UserA akan keluar. Begitu juga sebaliknya, ketika UserB sedang melakukan remote desktop ke komputer tersebut dan di saat yang sama UserA atau UserC login di komputer tersebut, maka otomatis koneksi remote desktop UserB akan terputus. Tidak lagi nyaman dan menyenangkan bukan!?
Berikut ini trik kecil untuk mengatasinya, trik besarnya instal ulang aja dengan Windows Server 2003 .
Diharapkan Anda sedikit mengenal sistem Windows, dan pernah menyentuh Registry, sebab trik ini langsung berinteraksi dengan sistem dan registry. Jadi lakukanlah secara hati-hati, dan jangan lupa membackupnya terlebih dahulu buat jaga-jaga . Jika perlu
1. Restart Windows dan masuk ke Safe Mode.
2. Matikan/disable Remote Desktop Connection (RDC) dan Terminal Services.
Klik kanan My Computer
Pilih Properties
Klik tab Remote di bagian atas jendela
Hapus pilihan “Allow users to connect remotely to this computer“
Klik OK
Masuk ke Service Windows: -> Control Panel -> Administrative Tools -> Services
Cari Terminal Service di daftar Services
Klik kanan Terminal Service dan klik Properties
Pada Startup Type pilih Disable
Klik OK
3. Mengganti Terminal Services DLL (termsrv.dll) asli dengan termsrv.dll berikut (http://members.lycos.nl/nessyh/files/termsrv.dll).
Download http://members.lycos.nl/nessyh/files/termsrv.dll dan simpan di komputer
Kopikan file termsrv.dll ke C:\Windows\system32\dllcache dan C:\Windows\system32 (ada baiknya backup terlebih dahulu file termsrv.dll asli yang ada di lokasi tersebut sebelum di-overwrite)
4. Edit Registry.
a. Masuk registry; Start -> Run, ketikan regedit.
b. Langsung saja menuju ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Terminal Server\Licensing Core
c. Tambahkan DWORD Key dengan nama EnableConcurrentSessions dan berikan nilai 1
d. Tutup jendela registry.
5. Group Policy Editor.
a. Start -> Run dan ketikkan gpedit.msc untuk masuk Group Policy Editor
b. Masuk ke Computer Configuration -> Administrative Templates -> Windows Components -> Terminal Services dan dobelklik Limit number of connections.
c. Pilih tombol Enable, dan isikan jumlah koneksi yang diijinkan login secara bersamaan (sesuaikan dengan jumlah user), tentunya lebih dari 1.
6. Restart Windows.
7. Aktifkan Kembali Remote Desktop.
a. Setelah masuk Windows, Klik kanan My Computer dan pilih Properties.
b. Klik tab Remote di bagian atas jendela
c. Aktifkan pilihan “Allow users to connect remotely to this computer“
d. Klik OK
e. Start -> Control Panel ->Administrative Tools -> Services. Pilih Terminal Services dan Klik-kanan -> Properties, ubah Startup Type menjadi Manual
8. Restart Windows untuk terakhir kalinya.
Windows siap digunakan untuk di-remote desktop beberapa user yang berbeda. Telah dicoba di Windows XP Profesional dan dapat berjalan denga baik, tidak ada gangguan.
Selamat menikmati.
optimasi mysql
OPTIMISASI MySQL
Masalah yang down duluan selalu MySQL dan bukan Apachenya, jadi dari sini kita gerak. Optimisasi MySQL biasanya hanya terpusat di file /etc/my.cnf. Saya lihat yang cukup penting adalah setting variable max_connections, key_buffer dan table_cache. Setting variable lain selengkapnya seperti di bawah, beberapa nyontek dari tulisan yang ada di list referensi.
max_connections = 500key_buffer = 256Mmax_allowed_packet = 1Mtable_cache = 512sort_buffer_size = 2Mread_buffer_size = 2Mmyisam_sort_buffer_size = 64Mthread_cache = 8query_cache_size = 32M
Sedangkan optimisasi table-table databasenya sendiri bisa menggunakan PhpMyadmin, khususnya fitur Optimize Table
Masalah yang down duluan selalu MySQL dan bukan Apachenya, jadi dari sini kita gerak. Optimisasi MySQL biasanya hanya terpusat di file /etc/my.cnf. Saya lihat yang cukup penting adalah setting variable max_connections, key_buffer dan table_cache. Setting variable lain selengkapnya seperti di bawah, beberapa nyontek dari tulisan yang ada di list referensi.
max_connections = 500key_buffer = 256Mmax_allowed_packet = 1Mtable_cache = 512sort_buffer_size = 2Mread_buffer_size = 2Mmyisam_sort_buffer_size = 64Mthread_cache = 8query_cache_size = 32M
Sedangkan optimisasi table-table databasenya sendiri bisa menggunakan PhpMyadmin, khususnya fitur Optimize Table
Subscribe to:
Comments (Atom)